
SMK Negeri 2 Slawi Deklarasikan Sekolah Aman dan Antikekerasan, Perkuat Sinergi Bersama TNI-Polri
Slawi — SMK Negeri 2 Slawi kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan upacara sekaligus Deklarasi Sekolah Aman dan Antikekerasan yang melibatkan seluruh warga sekolah serta unsur TNI dan Polri.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap murid untuk belajar, berkembang, berinteraksi, dan meraih prestasi. Lingkungan pendidikan yang kondusif membutuhkan peran aktif seluruh warga sekolah, keluarga, serta dukungan berbagai pihak.
Keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam memberikan edukasi dan penguatan karakter kepada murid. Kehadiran aparat juga diharapkan dapat memperkuat pemahaman murid mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.
Dalam deklarasi tersebut, warga SMK Negeri 2 Slawi menyatakan komitmen untuk bersama-sama mencegah dan menolak berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah. Upaya tersebut mencakup pencegahan perundungan, kekerasan fisik dan psikis, kekerasan seksual, diskriminasi, intoleransi, serta berbagai tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekolah.
Kepala SMK Negeri 2 Slawi, Indah Eko Cahyani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa menciptakan sekolah yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi murid untuk belajar dan berkembang. Karena itu, budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan persoalan secara baik harus menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Deklarasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap warga sekolah memiliki peran dalam mencegah terjadinya kekerasan. Guru dan tenaga kependidikan berperan memberikan keteladanan dan pendampingan, sementara murid didorong untuk membangun pertemanan yang sehat, berani menyampaikan persoalan, serta tidak melakukan maupun membiarkan tindakan kekerasan.
Sinergi dengan TNI dan Polri diharapkan dapat terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan pembinaan karakter dan keamanan sekolah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran murid agar mampu menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, menghargai hukum, serta mampu menjaga diri dan lingkungannya.
Melalui Deklarasi Sekolah Aman dan Antikekerasan, SMK Negeri 2 Slawi menegaskan bahwa prestasi dan kualitas pendidikan harus tumbuh dari lingkungan yang aman dan nyaman. Sekolah berkomitmen untuk terus membangun budaya positif yang menempatkan keselamatan, kenyamanan, dan perkembangan murid sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.
Mari bersama menjaga SMK Negeri 2 Slawi sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari kekerasan.







